/ creativity

Atypical Route

chrisozer_6

Sometimes, when you do something completely unexpected, it ends up resulting in the best possible outcome for you.

Seperti itu juga yang dialami oleh Chris Ozer. Awalnya, fotografi baginya hanyalah sekadar hobi, sampai Michael O’Neal, temannya yang seorang fotografer profesional menyarankannya untuk menjadikan fotografi lebih diseriusi.

Tentunya awalnya ia tak membayangkan bahwa fotografi profesional akan menjadi jalan hidupnya yang terbentang cerah. Sejak SMA-nya, Chris serius di musik. Bahkan, mengambil jurusan musik semasa kuliah di University of North Carolina, dan kemudian mengambil master yang juga di jurusan musik di Indiana University. Jadi, sangat jauh dari profesi profesionalnya sekarang sebagai fotografer.

Toh, dengan latar belakang musik yang ditekuninya sangat lama itu, Chris tidak menyesalinya bila sekarang tidak menghabiskan waktu untuk bermain musik sebagaimana bayangannya dulu ketika mengambil jurusan itu. Latar belakangnya itu justru memberikan emosi yang kuat dan warna yang khas dalam setiap gambar yang diambilnya. Olah skill fotografi berpadu dengan latar belakang musiknya yang kuat itulah yang menjadikannya memiliki keunikan di antara fotografer lainnya.

Skill dan keunikannya pernah diminta kerjasamanya oleh Cole Haan, Facebook, Nike, PayPal, Sony, Burger King, General Electric, Grey Goose, Mercedes Benz, Stella Artois, TOMS, dan masih banyak lainnya.

Dengan latar belakang kuat dan skill yang kita punya, sebenarnya klien tidak sedang membayar kita untuk itu, tetapi membayar atas perjalanan panjang kita sampai ke titik sekarang, atas segala ilmu, atas segala perjuangan, atas segala jerih payah, atas segala apa pun yang kita amati, pelajari, rasakan, dan ingin kita kreasikan.

Jalan hidup memang sering tak bisa kita tebak. Untuk itulah kita harus selalu menyiapkan segala persiapan yang perlu. Lakukan yang terbaik hari ini, di hari depan kita akan bergelimang kebaikan menghampiri. Jangan menyesali jalan hidupmu. Bila hari ini kita masih berkutat dengan rutinitas yang belum sesuai dengan apa yang kita impikan, suatu saat nanti kita akan meraihnya, asalkan kita terus berusaha menggapai ke tempat yang kita inginkan tersebut.

Seperti Chris, yang akhirnya menemukan jalan kreatifnya, walau sebelumnya harus melalui jalan yang amat jauh dari dunia kreatif yang tengah digelutinya sekarang, namun itu justru memperkuat profesi kreatifnya, karena memiliki kekhasan yang teramat sulit untuk ditiru fotografer lainnya.

So, what is your unique point in your creative field?

 

Collecting Good Ideas

“Every new writer, at some point, asks the question: “What should I write?” The standard answer is, “Write what you know.” This leads to terrible stories in which nothing interesting happens. We make art because we like art. We’re drawn to certain kinds of work because we’re inspired by the people who made it. The best advice is not to write what you know, it’s to write what you like. Write the story you want to read. The same principle applies to any creative pursuit.”

Austin Kleon

Koleksi semua kemungkinan yang membuat ide kita berkembang dengan baik. Koleksi semua hal yang membuat ide-ide kita bisa berlompatan. Seperti mengoleksi buku-buku keren versi kita misalnya. Koleksilah dulu, walaupun belum tentu memiliki kesempatan untuk membaca keseluruhannya. Akan tetapi, biasanya, dengan kehadirannya saja dengan bentuknya yang melarik-larik di rak dalam sebuah perpustakaan pribadi, sudah membuat kita kebanjiran ide dengan baik. “Nothing is more important than an unread library,” kata John Waters.

Dalam ranah dunia maya, kita bisa jadi stalker orang-orang keren versi kita. Orang-orang keren selalu memiliki, entah itu blog, Twitter, Facebook, Slideshare, ataupun tempat ia menaruh portofolio karyanya dalam ranah digital. Cermati baik-baik, serap, timang-timang, atas segala apa yang mereka lakukan: tema yang sedang dibicarakan, proyek yang sedang dilakukan, caranya mengomentari sebuah masalah, caranya memberikan solusi, dan lain sebagainya.

The more good ideas you collect, the more you can choose from to be influenced by.

Saya biasa mengunduh presentasi-presentasi keren di Slideshare. Dengan melakukannya, saya bisa membuat presentasi yang baik. Terkadang, saya sempatkan pula untuk mengunggah presentasi saya sendiri.

Saya biasa melihat dan mengunduh karya-karya keren di Behance dan Deviantart. Dengan melakukannya saya bisa memiliki sense of art yang baik. Bisa memilah mana karya yang keren dan tidak. Terkadang, saya sempatkan pula mengunggah beberapa karya sendiri, walau jauh dari kategori art.

Saya memfollow ribuan orang di Twitter yang saya anggap memiliki sesuatu untuk bisa saya ambil kerennya. Akun Facebook saya malah sudah penuh dan ada ribuan permintaan pertemenan yang sampai saat ini belum bisa saya accept karena terbatasnya kuota. Dengan ribuan macam orang di sana, saya bisa memerhatikan, mengambil sesuatu, dan menimang-nimangnya untuk kemudian dijadikan sesuatu.

Itu baru beberapa permisalan. Masih banyak ranah maya yang menjadi favorit saya untuk menumbuhkembangkan dengan baik sense of creativity. Dunia maya memudahkan kita untuk mendapatkan inspirasi, dunia nyata mengharuskan kita mewujudkannya menjadi nyata. Begitu alurnya.

Dalam ranah karya, kita memang harus banyak mengoleksi dan mengoneksi banyak hal, agar ide kita tidak mentah, kemudian bisa menjadi matang dan berguna bagi banyak orang.