Collecting Good Ideas

“Every new writer, at some point, asks the question: “What should I write?” The standard answer is, “Write what you know.” This leads to terrible stories in which nothing interesting happens. We make art because we like art. We’re drawn to certain kinds of work because we’re inspired by the people who made it. The best advice is not to write what you know, it’s to write what you like. Write the story you want to read. The same principle applies to any creative pursuit.”

Austin Kleon

Koleksi semua kemungkinan yang membuat ide kita berkembang dengan baik. Koleksi semua hal yang membuat ide-ide kita bisa berlompatan. Seperti mengoleksi buku-buku keren versi kita misalnya. Koleksilah dulu, walaupun belum tentu memiliki kesempatan untuk membaca keseluruhannya. Akan tetapi, biasanya, dengan kehadirannya saja dengan bentuknya yang melarik-larik di rak dalam sebuah perpustakaan pribadi, sudah membuat kita kebanjiran ide dengan baik. “Nothing is more important than an unread library,” kata John Waters.

Dalam ranah dunia maya, kita bisa jadi stalker orang-orang keren versi kita. Orang-orang keren selalu memiliki, entah itu blog, Twitter, Facebook, Slideshare, ataupun tempat ia menaruh portofolio karyanya dalam ranah digital. Cermati baik-baik, serap, timang-timang, atas segala apa yang mereka lakukan: tema yang sedang dibicarakan, proyek yang sedang dilakukan, caranya mengomentari sebuah masalah, caranya memberikan solusi, dan lain sebagainya.

The more good ideas you collect, the more you can choose from to be influenced by.

Saya biasa mengunduh presentasi-presentasi keren di Slideshare. Dengan melakukannya, saya bisa membuat presentasi yang baik. Terkadang, saya sempatkan pula untuk mengunggah presentasi saya sendiri.

Saya biasa melihat dan mengunduh karya-karya keren di Behance dan Deviantart. Dengan melakukannya saya bisa memiliki sense of art yang baik. Bisa memilah mana karya yang keren dan tidak. Terkadang, saya sempatkan pula mengunggah beberapa karya sendiri, walau jauh dari kategori art.

Saya memfollow ribuan orang di Twitter yang saya anggap memiliki sesuatu untuk bisa saya ambil kerennya. Akun Facebook saya malah sudah penuh dan ada ribuan permintaan pertemenan yang sampai saat ini belum bisa saya accept karena terbatasnya kuota. Dengan ribuan macam orang di sana, saya bisa memerhatikan, mengambil sesuatu, dan menimang-nimangnya untuk kemudian dijadikan sesuatu.

Itu baru beberapa permisalan. Masih banyak ranah maya yang menjadi favorit saya untuk menumbuhkembangkan dengan baik sense of creativity. Dunia maya memudahkan kita untuk mendapatkan inspirasi, dunia nyata mengharuskan kita mewujudkannya menjadi nyata. Begitu alurnya.

Dalam ranah karya, kita memang harus banyak mengoleksi dan mengoneksi banyak hal, agar ide kita tidak mentah, kemudian bisa menjadi matang dan berguna bagi banyak orang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s