Live Writing

“Sebab dengan membaca, berarti ada yang belajar, dan dengan belajar kita bisa sama-sama bangkit untuk menjadikan Indonesia lebih baik.”
Pandji, Provocative Proactive

Ambil penamu. Siapkan juga buku catatan. Keluarlah melihat sekitar. Rasakan ide-ide berhamburan mengalir lewat tangan, kemudian melumuri penamu dengan kerlip-kerlip kekata yang cantik untuk digoreskan di halaman putih buku catatanmu. Apa kegunaannya?

Pertama, menyegarkan lagi daya pandang imajinasi. Memberikan suntikan baru dan memberikan suplemen penguat yang akan mempertajam kekuatan bahan imajinasi.

Kedua, menghadirkan momen istimewa. Tentu saja. Melihat-lihat obyek sekitar kemudian langsung menuliskannya rasanya pasti fantastis.

Ketiga, pelan-pelan, jika melakukannya secara rutin, akan terpahami seperti apa gaya menulis yang khas dari karya kita.

Keempat, tak lagi geeky. Sudah tidak jaman lagi untuk anti sosial. Dengan berkeliling di sekitar, mengamati apa yang terjadi, dan bertemu dengan banyak orang akan menyulut percaya diri dalam mendapatkan pengalaman-pengalaman baru dan interasi sosial kita.

Kelima, melatih kecepatan. Saat kita langsung terjun untuk observasi, maka konsentrasi dan memori akan dituntut penuh untuk menghadirkan kecepatan dalam merangkai kata.

Keenam, referensi imajinasi dan daya visual dalam otak akan semakin tajam dan kaya. Suatu saat, ia akan terpanggil dengan mudahnya bila kita memerlukannya untuk menulis suatu karya yang berhubungan dengannya tanpa perlu terjun lagi ke momen tersebut.

Ketujuh, menunjukkan kalau kita bisa menulis kapan saja. Hanya berbekal pena dan buku, kita bebas berkarya tanpa tekanan dari siapapun, tanpa peduli untuk dikritisi siapapun. Latihan mental seperti ini akan menjadikan menulis sebagai suatu kegembiraan dan hal yang menyenangkan. Kerennya lagi, hanya berbekal seperti itu, kita sudah bisa menulis hal-hal menakjubkan.

Kedelapan, cara pandang yang baru. Duduk di pinggir sungai misalnya. Orang lain mungkin akan menulis tentang keindahan aliran air, bebatuan yang licin dan menghadirkan suara yang indah ketika diterjang air. Tapi, kita bisa menghadirkan angle baru yang jarang diambil. Mungkin dengan menghadirkan tentang ada satu jejak di sungai yang aneh, dan bisa jadi alien pernah mendarat di sana. Buktinya adalah susunan batu tersebut ternyata membentuk circle crop jika dilihat dari tempat yang tinggi. Oke. Terlihat sangat aneh memang. But, it’s live writing. Kita harus mencoba untuk melakukannya dengan cara yang menyenangkan bukan?

Kesembilan, jembatan pelampiasan. Bagaimanapun, keluar dari ruangan, kemudian memerhatikan hal di sekitar, lalu menuliskannya adalah sebentuk katarsis. Ia bisa jadi latihan pemertajam kualitas tulisan, boleh jadi pula sebagai pelepas penat maupun kejenuhan.

Kesepuluh, it’s fun.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s