Reconquista

“Dunia hanya terdiri atas empat unsur: pengetahuan orang bijak, keadilan penguasa, doa orang shalih, dan keberanian kesatria.”

—Slogan di pintu masuk Universitas Granada

Pada abad ke-11, di mana Islam tengah berbinar terang dengan pengetahuannya di Andalusia, ada tujuh fokus pengetahuan yang digulirkan: Al-Qur’an, teologi, filsafat, bahasa Arab, puisi, sejarah, dan geografi. Cordova, Seville, Malaga, dan Granada, yang berposisi sebagai kota penting di sana, membuka universitasnya. Jurusan astronomi, matematika, kedokteran, teologi, dan hukum dibuka oleh universitas Cordova. Ribuan mahasiswa dengan semangat belajar selangit berdatangan. Universitas Granada—dengan pembangunnya adalah khalifah Nashriyyah IV, Yusuf Abu Al-Hallaj, yang sistim administrasinya dipuji sejarawan Lisanuddin bin Khathib ini—lebih elok lagi, kurikulumnya meliputi kajian teologi, ilmu hukum, kedokteran, kimia, filsafat, dan juga astronomi. Mahasiswanya tak tanggung-tanggung; berasal dari kalangan bangsawan dan pelajar luar negeri. Masing-masing universitas membangun perpustakaan secara berdampingan. Di Cordova lah perpustakaan terbesar berada. Muhammad I memelopori pembangunannya, yang kemudian diteruskan Abdurrahman III, kemudian mencapai puncak kepopulerannya sebagai perpustakaan terlengkap dan terbesar sekaligus terbaik di dunia saat Al-Hakam II ikut menyumbangkan koleksi pribadinya menjadi milik publik.

Dengan status seperti itu, tentu keberadaan pabrik kertas sebagai penyumbang penting keilmuan berbentuk buku (kitab) berperan penting. Dari kertaslah kemudian lahir deretan kekata dari ujung tinta mengalir dengan ritme kepenulisan masing-masing penulisnya. Tanpa kertas, tentu hasil kerja keras Guttenberg mencipta mesin cetak di abad ke-15 tak terlalu berguna. Di Maroko lah tempat pertama pembuatan kertas berada, kemudian industrinya menyebar hingga ke timur dan menjangkau jauh di Andalusia. Kata rim yang biasa kita sebut untuk dikaitkan dengan kertas, berasal dari ream dalam bahasa Inggris yang menyerap rayme dari bahasa Perancis serta bahasa Andalusia resma untuk pinjaman dari khazanah kosakata arab rizmah yang berarti bundel.

Di Andalusia, kota Syatibi menjadi tempat pusat pembuatan kertas. Selain itu, Cordova menjadi pusat perdagangannya. Kaum muslimin membuat kertas tak hanya dari sutra, tapi juga dari katun, kapas, juga kayu. Seni pembuatannya yang sangat rumit pernah dijelaskan oleh Shabir Ahmed dalam Islam and Science, bagaimana prosesi pulp hingga menjadi lembaran, kemudian dicuci, dibersihkan, diwarnai, digosok, juga direkatkan. Kerennya, saat penyiapan pulp saja melewati serangkain proses kimiawi yang luar biasa rumit. Hal ini menandakan kemajuan ilmu kimia saat itu telah juga dicapai para ilmuwan muslim.

Hingga tibalah saat naas itu terjadi. Kekuatan kaum muslimin terpatahkan oleh reconquista Kristen Spanyol. Peradaban dihancurleburkan. Perhari, satu juta buku dibakar di lapangan Granada. Hanya kurang dari dua ribu volume kertas saja yang berhasil diselamatkan oleh Philip II dan para penerusnya dari beberapa perpustakaan. Sisa-sisa itu kemudian menjadi cikal bakal didirikannya perpustakaan Escurial yang berada di Madrid. Uniknya, pada paruh abad ke-17, saat sultan Maroko, Syarif Zaidan melarikan diri dari ibu kota dan mengirimkan koleksi perpustakaannya dengan kapal, tak disangka kapten kapal enggan menurunkan muatannya tersebut di tempat tujuan. Alasannya adalah karena ongkos tak dibayar penuh. Dalam perjalanan menuju Marseille, kapal tersebut justru dibajak para perompak Andalusia. Mereka mendapati barang rampasan berupa buku dan alat-alat tulis berjumlah tiga atau empat volume yang kemudian disampan rapi oleh pelayan Philip II di Escurial. Berkat peristiwa itu, perpustakaan tersebut menjadi salah satu yang terkaya dengan khazanah literatur Arabnya. Bahkan, hingga saat ini karya-karya Ibnu Rusyd dalam bahasa Arab yang berjumlah 78 buah masih tersimpan dan terawat dengan baik.

Ada serentetan penulis sejarah yang masyhur di masa Andalusia itu. Ibnul Quthiyah, sejarawan Andalusia terawal yang bernama asli Abu Bakar bin Umar adalah asli kelahiran Cordova. Karyanya Tarikh Iftitah Al-Andalus mengulas sejarah Andalusia dari masa penaklukan yang dilakukan oleh kaum muslimin hingga masa pemerintahan Abdurahman III. Selain itu, ia juga ahli gramatikal. Ibnu Hayyan, yang juga ahli sejarah justru menghasilkan lebih banyak karya. Tak kurang dari 50 judul ia terakan. Terfenomenal tentu saja Al-Matin yang terdiri atas 60 jilid. Paling mudah terekam dengan otak kita adalah Abdurrahman bin Khaldun, yang akrab kita dengar dengan Ibnu Khaldun. Karyanya memberikan penegasan penting bagaimana kondisi tinggi telah dicapai di masa itu dalam literatur dan pemahaman sejarah, yaitu Kitabul Ibar wa Diwanul Mubtada’ wal Khabar fi Ayyamil Arab wal Ajam wal Barbar.

 ***

Perpustakaan, pena, kertas, juga tinta, adalah lingkaran paling mengagumkan dalam dunia kepenulisan. Di sanalah semangat, antusiasme, dan surga sebelum surga seolah telah tercipta. Seorang kawan, yang memiliki koleksi ribuan buku untuk membangun perpustakaan mini pribadinya, tiba-tiba dibakar oleh ayahnya. Senja yang telah gelap itu tiba-tiba terang lagi dengan nyala api yang melumat kertas. Sang kawan menangis bukan karena tak sanggup membeli yang seperti itu lagi. Tapi bagaimana kenangan yang ada di tiap mendapatkannya itulah kenikmatan yang tak semua orang dapat memahaminya. Menyedihkan sekaligus memilukan. Sang buku harus mendahului sang pemilik untuk dicabut nyawanya. Padahal, “Jika seorang terpelajar meninggal di Seville,” catat Ibnu Rusyd, “koleksi bukunya akan dibawa orang-orang ke Cordova untuk dijual. Bukan untuk niat dikomersilkan. Karena di sana, buku-buku dihormati sekaligus dihargai sangat tinggi…”[]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s