Creative Writer

Kreatif berarti membiasakan diri melakukan hal-hal keren. Makanya, kreativitas selalu datang dari kebiasaan, bukan faktor genetis, kata Yoris Sebastian. Pertanyaanya kemudian, mengapa kreativitas diperlukan? Tanpa kreativitas, kita takkan mempunyai nilai tambah yang membuat kita lebih maju. Tak hanya itu, kreativitas akan membuat kita merasa lebih puas pada diri sendiri, sehingga kita menjadi termotivasi untuk berbuat lebih baik.

Kreatif berarti mempertajam added value. Oleh itulah, sebuah kreativitas tidak harus bersifat penemuan pertama. Bisa juga, kreativitas adalah mengubah sesuatu yang ada menjadi bernilai tambah. Dalam karya, sebagus apapun kreativitas dalam membuatnya, terasa percuma kalau tidak tersebarkan. Atau, dalam versi lebih tinggi, ia dapat terjual.

Mengapa kreativitas harus menjual? Kalau karya kita bisa dijual, berarti orang lain menghargai karya kita sebagai hasil sebuah kreativitas; value your skill, value your creativity. Tetapi, menjual kreativitas tidak melulu harus berupa uang. Sebuah kreativitas disebut menjual apabila kreativitas mendapatkan apresiasi. Misalnya, sudah susah-susah bikin cerpen, akan tetapi hanya dipendam di buku catatan saja, dan tidak mau mempublikasikanya di blog, ataupun tidak dikopi di catatan Facebook, maka itu percuma saja. Rasanya pasti berbeda saat kita mempublikasikannya. Apresiasi akan semakin mempertajam kemampuan. Sebegitu pula dengan kritik ataupun saran.

Menjadi kreatif, berarti memulai sedini mungkin untuk membiasakan diri kreatif. Sebagai orang kreatif, kita harus berbeda dengan orang lain. Tetapi, perbedaan tersebut harus disertai alasan yang tepat. Jangan hanya berbeda. Tapi berbedalah dengan alasan tertentu. Outsider di tempat mapan yang kondisinya seperti robot ataupun cracker di zona nyaman, adalah contoh berbeda dengan alasan.

Kapankah upaya-upaya kebiasaan kreatif itu akan menjadi kebiasaan? Menurut beberapa penelitian, kebiasaan kita bisa berubah untuk permanen kalau kita melakukannya selama satu bulan. Walau ada juga yang perlu lebih dari satu bulan, namun kebanyakan orang bisa mengubah kebiasaannya setelah berubah selama satu bulan terus-menerus.

Bagaimana dengan rutinitas, apakah ia menghambat kreativitas? Tidak juga. Cara paling kreatif untuk membuat rutinitas menjadi lebih kreatif adalah dengan mengubah cara menjalankan rutinitas tersebut. Sehingga, kita terbiasa untuk melakukan hal-hal yang tidak biasa. Otak dan tubuh yang dijejali dengan hal-hal yang rutin setiap hari tidak akan bisa berkembang. Tetapi, saat otak dan tubuh dimasuki hal-hal baru yang memerlukan daya imajinasi dan kreatifitas, maka saraf otak akan terasah dengan optimal dan tubuh akan bereflek cepat.

Merasa belum terbiasa kreatif? Mulailah dengan hal-hal kecil yang rutin. Melakukan sesuatu yang keliru asal tidak merugikan orang lain layak dicoba, masih kata Yoris dalam Oh My Goodness!.  Dalam menulis, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kreativitas, seperti: melihat katalog buku, mengambil ide tema dari buku luar negeri, dan disesuaikan dengan kondisi Indonesia, dan banyak cara lainnya.

Dalam menulis kreatif, bacalah buku yang sesuai dengan kebutuhan saat itu. Misalnya, akan menggarap novel tentang kisah hidup seorang pembatik, maka bacalah buku-buku yang berkaitan erat dengan dunia kebatikan. Menulis novel tentang detektif, maka bacalah buku-buku yang berkaitan dengan kriminalitas dan intelijen. Bacaan yang berkaitan erat dengan keperluan yang tengah dijalani, akan memberikan wawasan dan inspirasi demi terciptanya ide-ide kreatif.

Fachmy Casofa
Creative Enthusiast, Writer, and Book Gardener

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s