There is No Accident

Hari ini bertema passsion dan what what we want to do serta we should do banget. Bertemu dengan CEO di bidang bakery beberapa pekan lalu untuk pertama kalinya, berdiskusi, lalu janjian ketemuan  beberapa kali. Ceritanya, beliau berkeinginan menulis buku, tapi tak tahu harus mulai dari mana. Padahal, beliau praktisi dan pakar di bidangnya. Ahli banget. Tapi belum menemukan formula yang apik untuk menumpahruahkan apa yang menjadi keinginannya menjadi sebuah buku.

Rasanya tepat sekali kemudian Allah memertemukan kami berdua. Dengan cara yang aneh: waktu itu, saya selesai memateri sebuah sharing entrepreneurship. Di akhir acara, beliau menemui saya. Lalu, perbincangan itu pun bergulirlah.

Beberapa kali ketemuan. Saya bantu bikinkan konsep, dan, eh, alhamdulillahnya, konsep diterima, dan bersiap terbit.

Oh.

There is no accident, Mas Fachmy. Ini sudah diatur sama gusti Allah,” katanya.

Saya cuman manggut-manggut, sambil menikmati sup buntut. Ah, traktirannya mah sangat terlalu sayang untuk disiakan. Hahahaha.

Di hari ini, kami berjanji bertemu. Membahas tentang jadwal kepenulisan, karena memang, saya harus ikut membantu beliau untuk menuliskannya dan memetakan jalan naskahnya. Bagi saya sangat mudah, tapi bagi beliau acung-acung jempol, “Wah, bagaimana Mas Fachmy melakukannya? Kok kelihatannya gampang sekali?”

“Ini mah makanan keseharian, Pak. Hahaha.”

Dan tibat-tiba, entah kenapa, beliau kemudian bercerita tentang passion. Membincanglah kami berdua. Sharing pengalaman hidup masing-masing. Jadi, di awal-awal saya mengajari bagaimana memetakan ide menjadi konsep kemudian dijadikan naskah, beliau mengajari saya bagaimana memetakan hidup.

That’s awesome!

Walaupun sebenarnya saya juga sudah ngerti konsep-konsep seperti itu, tapi, sekali lagi, mendapatkan penuturan langsung dari sosok yang empat tahun berada di Belgia ini, rasanya beda banget. Lebih membumi. Dan mata hati saya, terbuka lagi.

“Mas Fachmy sudahon the right trackkok kalo memang mimpi-mimpinya seperti itu.” Katanya meyakinkan saya yang sedari tadi sibuk mencatat petuahnya.

Sebelum berpisah, dengan antusias kemudian saya menatap beliau. “Oke, Pak. Bagaimana kalo Bapak saya jadikan mentor saya? Hehehe.”

“Hahahaha. Okelah, gampang,” jawab beliau seraya membuka pintu mobilnya.

—-

Oke. There is no accident. Allah yang sudah mengatur.

Orang baik, selalu memiliki semacam keterikatan tak terlihat dengan orang baik pula. Orang hebat, selalu memiliki semacam ketertautan tak nampak dengan orang hebat pula. Orang yang gemar berbagi, juga selalu semacam memiliki satu-hati-satu-rasa dengan orang yang tak menahan diri untuk tak memberi.

It’s just amazing circle.

 

 

Iklan

2 comments

  1. sepakat banget deh there is no accident, suka banget sama kata2 bijak dibawah:

    “Orang baik, selalu memiliki semacam keterikatan tak terlihat dengan orang baik pula. Orang hebat, selalu memiliki semacam ketertautan tak nampak dengan orang hebat pula. Orang yang gemar berbagi, juga selalu semacam memiliki satu-hati-satu-rasa dengan orang yang tak menahan diri untuk tak memberi.

    It’s just amazing circle”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s