Fachmy X Alberthiene Endah X Jokowi

Ini hanyalah tentang dua hari yang superluarbiasa. Seorang kawan bahkan sampai nyamperin gue dan bilang, “You are really the one lucky bastard!” Sejenak gue bengong, terus kemudian ketawa-ketawa. Gue bales, “Hahaha, let’s create our own lucky, Dude.” Apapun itu. Ini memang serentetan hari-hari seru.

Wendy (@wendyarief), adalah partner in crime yang selalu menemani. Mulai dari misi impossible is nothing-nya dari buku Spiritual Creativepreneur (kapan-kapan diceritakan ya), hingga membersamai hari-hari amazing ini.

Karena Pak Jokowi memiliki agenda segudang, malam itu kami harus ikut pula di salah satu acara beliau, yaitu pertemuan dengan mahasiswa luar negeri yang ada di Solo. Wah, serasa berada di rapat PBB kawan-kawan. Dari seluruh dunia berada di sini.

Bahkan, yang melakukan aksi tari dari Jepang. Hebatnya, orangnya cantik sekali, eh, narinya luwes sekali. MC-nya dari Kamboja dan East Timor, terus apa lagi yha. Oiya, orang Malaysia-nya cantik-cantik lho. Eh, fokus, fokus.Jangan curhat. Ehm.

abaikan.

Alberthiene Endah di hotel paragon.

Proses interview. Kali ini di Balekambang. Pak Jokowi enggak mau interview di kantornya. Terlalu resmi dan serius katanya. Ayo ke taman Balekambang saja. Kami sih oke-oke saja. Enggak nguatinnya, setaman pada ngeliatin semua. Ya, semacam mendadak artis gitu deh kami-nya. Yang paling kiri: Mas Dio (fotografer dan suaminya mbak AE). Perhatikan buku-bukunya AE, di dalamnya pasti ada nama suami tercintanya ini. Orangnya asik juga kok buwat diajak gojegan.

Rasanya asyik juga ya jadi penulis biografi. Bisa ketemu orang-orang besar. Ketemuannya juga di bermacam-macam tempat. Mendapatkan nilai-nilai filosofi kehidupan baru. Dan segambreng hal-hal seru lainnya. Selama dua hari itu, saya juga seperti berguru langsung sama mbak AE. Benar-benar kesempatan yang luar biasa. Gak perlu pake ikutan seminar-seminar. Ini langsung belajar. Ikutan nginterview. Ikutan membersamai narasumber bepergian. Dan ikutan mengonsep isi bukunya. Bahkan nanti jadi editornya. Priceless! 😉

Pak Jokowi itu tipikal yang sangat susah untuk menceritakan kehebatan dirinya sendiri. “Ah, biasa saja. Saya itu melakukan hal-hal biasa saja. Tapi, hal-hal biasa saja yang saya lakukan itu tidak banyak dilakukan oleh orang lain. Jadilah hal itu nampak luar biasa di mata orang lain. Padahal, aslinya ya biasa-biasa aja kayak gini.” Hahaha. Jawaban bagus, Pak. 

Mbak Alberthiene Endah, mewejangi saya dengan, “Pokoknya, menjadi penulis biografi itu harus bisa menangkap ekspresi emosi yang tidak terungkap dengan kata. Lewat tuturnya. Kitalah sebagai penulis yang harus mengungkapkannya. Letak kehebatan seorang penulis biografi ada di situ.”

Orang-orang besar itu, semakin berisi memang semakin merunduk. Pak Jokowi itu kekuatannya ada pada konsepnya yang luar biasa detail dan terukur untuk suatu hal. “Saya memosisikan Solo seperti produk. Harus saya olah brandingnya. Harus ngerti positioningnya. Harus saya pertonjol diferensiasinya.” Semua-mua konsep marketing beliau paparkan dan aplikasikan untuk mengonsep kota Solo. Peta pergerakannya luar biasa detail dan terarah. Kabar terbaru, mobil Esemka akan ada gebrakan lagi dari beliau.

Kabar dari Mbak AE. Word.is.me akan diadakan di Solo. Para penulis muda di Solo, berbahagialah. “Ternyata,” katanya, “para penulis pemula memang harus bertemu dengan penulis idola mereka. Itu jauh lebih efektif karena hal itu akan melecut semangat mereka untuk berkarya.” Itulah mengapa word.is.me diadakan. Mempertemukan. Wah, bakalan jadi panitia neh…

Mas Dio, saya, pak Jokowi, AE, Bu Wanty, Wendy. (The team).

Inilah serentetan mahasiswa-mahasiswi luar negeri yang belajar di Solo. Apa gue bilang. yang cewek-cewek, cakep-cakep yha. Heuheuheu. Gue sama mbak AE sempat taruhan untuk berfoto bersama incaran. Saya kalah, dan mbak AE menang. Dia berhasil berfoto bersama mahasiswa asal Turkey.

Setelah acara pertemuan dengan mahasiwa luar negeri itu selesai, kami pun melanjutkan interview lagi. Menggali lagi nilai-nilai arif kepemimpinan yang sangat sederhana tapi luar biasa kerennya itu dari Pak Jokowi.

The Team. Saat pertemuan pertama dan briefing konsep pertama.

Mengacak-acak isi Loji Gandrung. Makasih Wendy yang udah motretin.

Oke. Itu saja. Cerita ini masih terus berlanjut, hingga bukunya jadi. So, sampai akhir bulan ini gue masih harus terus berjuang untuk melakukan hal-hal keren demi kemashlahatan umat manusia di bumi ini. Henshin!

Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Tetap cemungudz.

Iklan

9 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s