Fachmy X Petakumpet

Selasa lalu berkesempatan menyambangi markas superkreatifnya Petakumpet di Djogja. Bertemu Pak Arief Budiman, Creative Executive Director-nya. Saya dikejutkan dua hal. Pertama, bangunannya sangat heuheuheuheu asik, dan ngedukung banget lah untuk berkreativitas. Kedua, pak arief langsung menyalami saya dan bilang, “selamat ya mas….” Saya terbengong sesaat dan, “mmm.. selamat apa yah, pak?” “selamat atas lamarannya….” “waaaaa… isyyuuuu, pak. heuheuheu.” Wah, gara-gara ulah Wendy di twitter, jadi kena deh gue-nya.

Asyiknya membincangkan kreativitas sama master kreatif kayak Pak Arief. Seharian itu, rasanya kayak keguyur ide bergayung-gayung. Halah. Karena gue sudah pernah bertemu Pak Arief sebelumnya sebagai moderator di sebuah acara kreatif di Solo, jadi pertemuan kali itu langsung ngalir diskusi, dan gak pake canggung kayak orang baru kenal.

Gue sempat kesasar sebelum nyampe lokasi. Saat melihat tanda nama besar ituh, girangnya bukan main. Tapi nggak nyampe loncat-loncat di atas mobil, kok.

Di pintu depan. Baru mau masuk saja sudah disambut atraksi menarik dari banner minimalis ituh.Pengen rasanya gue bawa pulang, terus ditaruh di kamar.

Karena hari itu Wendy gak jadi ikut. Akhirnya gue sama Pak Arief doang sesiangan berdiskusi di sana.

Buy Before Say Goodbye! *gue langsung ngakak baca itu*

Konon, jika ada pasukan petakumpet yang ultah, kolam ini selalu menjadi tempat paling indah untuk melemparnya.

Deretan penghargaan. Bikin gue ngerasa di hidup ini gak ngelakuin apa-apa. Heuheuheu.

Full poster edisi gede di mana-mana dengan quote yang supercool sepanjang ruangan.

Foto diambil di ruangan diskusi, yaitu ruang kerjanya Pak Arief. Sepertinya syarat kreatif memang harus banyak baca buku. 😀

Foto diambil dari ruangan Pak Arief.

Ada mushollanya dengan dominasi warna orange yang asyik. Jika diliat lebih detail, khat kufi sebagai bekgron samar-samar yang di belakang tulisan tahlil itu, bertuliskan: perfect sama balance. Tapi gak kentara. bagi yang gak ngerti tulisan arab, pasti dikira arab. Ah, memang sarang kreatif. Heuheuheu.

—————-

Okay, sekian laporannya dari Petakumpet. Sampai akhir bulan ini, gue sedang berjibaku dengan Pak Arief, menyiap sebuah naskah superkeren. Doakan keganthengan gue gak berkurang karena deadline superketat ini. Oiya, postingan ini juga sebagai ajang untuk membuat Zulfah yang juga gak jadi ikut agar makin ngais-ngais tanah.
*tertawa jahat*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s