Writing Camp #7: Bersama Amrih Rahayu (Harian JogloSemar)

Writing Camp #7 ini berbeda. Bukan karena semua peserta datang pada sesi pelatihan dengan tidak mandi terlebih dahulu. Tentu tidak. Itu sangat dilarang di sini. Kecuali gue sebagai kepala suku, tentunya. Ehm. Rasah protes. Oke. Mmm.. Kali ini, pematerinya Mbak Amrih Rahayu, perwakilan dari Harian Joglosemar. Tentang peluang untuk menulis di media massa. Kasusnya kali ini adalah di Harian Joglosemar. Ehm. Materi langka. Yang aneh adalah, kenapa foto hape gue tiba-tiba bruwet begini? Ah, itu pasti karena saya menyuruh Santi untuk memfoto sesi ini. Mungkin tangannya memang menyebabkan kebruwetan pada foto hape gue. Ah, Santi, kau harus bertanggungjawab. Biasanya kalo gue memfoto sesi pelatihan gak sebruwet ini deh Sant. heuheuheu…

Hari kemarin, pematerinya bukan saya lagi. Tapi giliran pemateri tamu. Pekan depan, saya lagi. Khan saya juga butuh istirahat. Kalo tiap pekan ngasih materi, peserta bisa muntah-muntah ngelihat muka saya. Lagian, entar gue bisa diare otak dong.

Semuanya khusyuk makan. Eh, mendengarkan.

Jilbab Abu-abu (atu ungu, gak ngerti gue), sebelum gue suruh memfoto sesi pelatihan. (eh, tapi kok tetep bruwet yha walau yang memfoto gue? Mehehehehe)

Mbak Amrih Rahayu, pemateri dari Harian Joglosemar.

Diah (jilbab ungu), pelaku pampers jebol sesi writing camp#6.

Kok sesi pelatihannya kayak horor yha? Ini kameranya kenapa yha. Ah, Ini pasti ulah Santi, kameranya jadi bruwet begini.

Sesi pelatihan lancar. Terima kasih mbak Amrih. Jangan kapok iuran lima ribu lagi yha… (lho?)

Lha, ini kok fotonya jelas yha. Ah, ini pasti gara-gara Santi.

Nah, ini juga jelas. Hayo Sant, tanggungjawab, kenapa fotonya yang ini normal, yang tadi enggak. Ah…

Baiklah, demikian laporan writing camp kemarin. Tunggu laporan pekan depan lagi yha. Kemarin sorenya rapat sampe jam lima. Heuheuheu. Gue sampe keringetan. Sampai gak doyan makan. Sampai gak doyan jalan-jalan. Sampai gak doyan ikan. Sampai goyang dombret di jalanan. Ah, sudah-sudah. Itu berlebihan. Ehm. Terima kasih kawan-kawang pelangi. Selain bandel, kalian memang kurang ajar! Eh, gak ding. Kalian memang sambel! Halah, gak ding. Kalian memang keluarga yang kusayang. Maafin papi ya kalo banyak salah dan sering membuat kalian susah. Makanya, sering-sering nraktirin papi dong….

Iklan

2 comments

  1. Wkwkwkwk…kesalahan tidak pada ogut, tapi muka-muka yang di poto! 😀
    Urusan poto memoto ogut cukup propesional, yang punya kamera kykya yg menyebabkan gambare bruwet, karena ketahuan belum mandi.. 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s