Writing Camp #5: Di Balekambang Bareng Orang-Orang Sableng

Entah mimpi apa saya semalam. Bagaimana bisa saya yang alim. Sederhana. Tidak neko-neko. Penurut. Berbakti kepada ayah dan bunda. Kalo berjalan menunduk. Baik hati. Dan yang terpenting gantheng versi emakku ini, harus bersama orang-orang yang brutal, sadis, dan tidak berperikehewanan ini. Sungguh sangat-sangat tidak dapat direnovasi dan kontaminasi!

Lihatlah bagaimana mereka hendak memakan kertas-kertas ini. Sungguh. Itu baru pertama kalinya saya melihat ada manusia begitu bersemangat memakan kertas!

Sebelum dimakan, kertasnya diberi bumbu terlebih dahulu. Lihatlah bagaimana keseriusan mereka. Ini benar-benar penyebab global warming paling parah!

Lihatlah bagaimana pena yang digunakannya pun sudah penuh darah!

Ada satu yang sudah berhasil menikmati santapan kertasnya. Lihat sebelah paling kiri. Entah makhluk apa mereka. Mungkin gabungan antara Vampir dan Suster Ngesot. Jadilah para pemakan kertas. Benar-benar horor!

Kengerian tidak hanya cukup sampai di situ. Lihatlah dia ini, dia hampir saja menodai hewan ini! Oh, tidak!

Tampang rusa naas setelah dinodai. “Mak! Aku ternoda mak!”

Mereka hendak melancarkan aksi selanjutnya. Mereka merancang strategi terbaru berdasarkan kitab militer Ci Pat Kay!

Gue hendak dieksekusi setelah tidak mau mengikuti perbuatan terlarang mereka.

Tampang gue yang gantheng semakin mbeleret berkat kelakuan mereka yang seperti kucing garong.

Perhatikan yang paling belakang: dia berhasil menghabiskan empat manusia! (eh, kertas ding yha?)

Gue menyesali perbuatanku hari itu. “Ampuni dosa-dosaku….”

Mereka bergaya sebelum menyatap gue! Sadis!

Gue masih meratapi nasib. Tapi mereka malah cengar-cengir. “Daging lu pasti enak kayak kambing bangkotan My, tenang ajah, kita doyan kok…”

Pelaku paling brutal terhadap rusa tidak berdosa tadi. Dia kelelahan.

Kejahatan ini harus segera ditumpas. Aku akan segera berubah menjadi Baling-baling Bambu! Henshin!

Iklan

11 comments

      1. lha kepala suku nya yang ngajarin sableng og..jadi anaknya pada ikut ikutan….he ehe
        katane buah jatuh gak jauh dari pohonnya..
        makane jangan heran ,kalo kita jadi kayak gitu….hik
        jatah pudingku dihabisin ig….
        lho kok cuman ada foto. mana note nya kang..

      2. terima kasih karena kalian sudah mau saya sesatkan. hahaha. note apaan? cukup diwakili foto-foto sadis ini. note-nya nanti saja. jemari gue udah keriting kayak rambutnya edi brokoli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s