Film Terfavorit

Topik diskusi malam tadi menyenangkan sekali. Soal film! Wah, gue banget neh, pikirku. Oiya, jadi begini ceritanya. Tiap senin sampe rabu malam, saya ada kelas bahasa inggris. Hahaha. Ini sudah di step two. Sebenarnya saya sudah sering sih ikut kelas bahasa inggris. Tapi nggak tahu kenapa, waktu sudah lulus di kelas yang satu, saya ikut lagi di kursusan lain. Nah, ini kelas speaking. entah udah berapa kali gue ikut, udah lupa. Loncat-loncar dari satu kursusan ke kursusan yang lain. Udah gak ngurusin lagi grammar yang ruwetnya minta ampun itu. Udah ketinggalan njaman lah. Ini khusus untuk yang udah expert ajah. 😀 Di kelas ini, tiap pertemuan intinya cuman satu. Semua nyiapin materi buwat presentasi di depan. Yang jadi peserta, siap-siap ngebantai yang di depan. Gitu terus tiap hari. Apa gak stress tuh. Hahaha.

Oke, semalam membahas film favorit yang baru ditonton. Temen saya, Pak Santoso, yang redaksi Harian Suara Merdeka cabang Solo, film favoritnya adalah The Good, Bad, and Ugly. Gile, itu pilem njaman kapan thu. Gue baru denger. Bapaknya itu bilang, itu kapan yha. Pokoknya njaman saya masih muda. Wkwkkw. Yang maen Clint Eastwood, kata bapaknya. Setelah gue cek di internet, uh, filmnya dahsyat nih untuk ukuran keluaran 1966 itu. Gile, gue belum lahir man!

Yang lain, ada yang Lord of  the Rings (alah, standar banget. kalo entu mah jelas bagus). Yang barusan agak aneh di telinga adalah Sword of Strangers kata temenku di kelas itu keren. Anime sih. Tapi keren, katanya menyakinkan. Gue penasaran. Entar malem deh gue donlot. Kayak apa serunya.

Nah, tiba giliran saya. Saya bingung. hahaha. Perasaan film bagus-bagus, tapi yang keren yang barusan kutonton ya 127 Hours. Mereka gak ngerti. Hahhaa. Iya, this is new movie, kataku. Terus gue cerita panjang lebar, hingga gue ngomong, “And the most terrible part from this movie is, when he cuts his hand just with little knife!” semua bengong. Gak ada yang sampe ngiler sih memang. Tapi saya berhasil membuat mereka terdiam membayangkan kengerian film.

Ada satu yang seru dari kelas itu. Yaitu pengakuan salah satu peserta yang ngedonlot film pake modem sewaan. What? Modem nyewa? Emang ada yang nyewain gitu? Eh, ternyata ada. Ada lho jasa Sewa Modem. Gile ah. Makin kreatif saja nih para pelaku bisnis nusantara. Ajib ajib…

Apa pilem kaporitmu kawan?

Iklan

8 comments

      1. hehehe… iya sih bro. gue juga suka banget ma tuh film. bikin pandangan hidup gue berubah. gue sekarang lebih menikmati hidup. melakukan apa yang harusnya saya lakukan. bukan untuk uang. tapi untuk membuat diri lebih baik. (keren khan gue? suaminya cut mala getohhhhh)

  1. glek!…jadi pingin mual ha..ha…(denger kalimat terakhir). betul bro, saya sekarang berdua istri sedang mempraktekan hal seperti itu terhadap anakku. juga terhadap murid TKnya istriku. passion adalah fitrah! bener ora bro?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s