Alasan untuk Melakukan

Don’t play games that you don’t understand, even if you see lots of other people making money from them.
– Tony Hsieh

Kita tak harus melakukan semua hal yang orang-orang lain lakukan supaya kita kelihatan keren seperti mereka. Bagi saya, itu benar-benar wasting time banget deh. Saat beberapa waktu yang lalu saya menonton filmnya Nicholas Cage yang berjudul The Sorcerer’s Apprentice, saya tertegun saat kekasih Dave mengatakan, “Kau begitu unik. Kau selalu memandang dunia dengan caramu sendiri.”

Saat ada dialog yang kurang lebih seperti itu pembicaraannya, saya tersenyum sendiri. Iyah. Kita memang harus benar-benar memperlakukan dunia ini dengan gaya sendiri. Dengan segala bakat dan keunikan yang membawai kita sejak lahir, maka tidak sepatutnya kita menjadi seragam dengan yang lain. Kalo versi Rancho di film 3 Idiots, “Kau menyukai hewan tetapi kawin dengan mesin,” katanya kepada Farhan.

Nah, beberapa waktu lalu, saat sebuah pelatihan menulis dan saya menjadi pemateri keduanya, pemateri yang pertama menceritakan kisah tentang bagaimana beliau sudah menghabiskan sekian ribu bacaan, alias sudah ribuan buku yang dilahap habis. Saya menangkap ketakjuban di wajah peserta. Wow! Itu keren banget! Mungkin itu ada yang di benak mereka. Saya tak tahu persis, karena saya tidak mempunyai ilmu terawang pikiran orang. Ya kalo dalam novel Nibiru, namanya Pugabha Wanyis. Nyonya Lemanthi Luminya, istri Tuan Talkay yang paling jago dalam urusan itu.

Jujur, selama ini memang tidak seribuan jumlah buku yang saya baca. Tipe saya justru begini: saya hanya membaca buku-buku yang benar-benar pengen saya baca dan menarik perhatian saya. Ada sekian ribu-juta di dunia ini buku yang terbit setiap harinya. Tak mungkin saya baca semuanya. Jalan terpintar adalah benar-benar membaca buku yang paling menarik buat saya. Saya membacanya, kemudian menikmatinya betul-betul. Jadi hanya ada saya, dan buku yang saya baca. Sebuah keintiman yang sangat-sangat tidak boleh diganggu gugat.Nah, kesukaan itulah yang saya sebut dengan: alasan untuk melakukan. Kita perlu alasan-alasan cerdas untuk diri sendiri. Alasan-alasan cerdas yang semakin meningkatkan kualitas diri.

Saya punya seri lengkap Twilight. Dan sampai sekarang, tak satu pun yang sudah saya baca. Novel Praha yang saya beli setahun yang lalu juga belum saya baca. Ada juga novel Tere-Liye, itu pun belum saya baca juga. Bahkan novel-novel kiriman teman sesama penulis juga masih nangkring dengan manis di rak. Tapi sekali lagi, begitu banyak buku yang saya miliki, saya harus cerdas memanfaatkan waktu yang saya punya dengan benar-benar membaca yang saya suka.

Lha kenapa waktu itu saya membelinya? Apakah karena sedang ramai-ramainya diperbicangkan orang? Tidak. Ya karena waktu itu sedang tertarik. Ada alasan untuk membelinya. Ini seperti persiapan amunisi untuk perang di masa depan kok. Dengan begitu, saya tidak pernah kehabisan stok bacaan. Karena sudah banyak sekali buku yang ngantri untuk dibaca. Tetapi akhirnya, memang ada beberapa buku yang kemudian tidak saya baca karena biasanya saya baca cepat untuk mengambil beberapa poin penting yang ingin saya jadikan artikel atau naskah buku. Begitu saja. Saya adalah pembaca cepat. Pernah suatu kali saya balapan dengan teman saya dalam hal membaca. Dan saya menang. Tapi itu tidak saya lakukan ketika membaca sebuah buku yang benar-benar saya sedang tergila-gila dengannya.

Nah, saya kira kawan-kawan tak perlo terbengong-bengong jika kemudian suatu hari menjumpai lagi seseorang yang sudah mengkhatamkan banyak sekali bacaan. Tak perlu. Bisa jadi, karena memang orang tersebut menyukai semua bacaan yang dibacanya. Tetapi belum tentu kamu menyukai cara seperti itu. Berpengetahuan luas itu penting. Tapi mengetahui hal-hal yang tidak penting yang tidak menarik bagimu, tak akan menjadikanmu lebih baik ke depannya. Benar-benarlah memberikan asupan terbaik bagi dirimu. Dengan tidak tampil sok keren karena telah membaca suatu buku yang sedang booming, padahal di saat yang sama saat membacanya kamu seakan mau muntah karena tidak sreg di hati, dan tidak nyambung di otak. Keluarlah dari kerumunan. Ikuti jalanmu sendiri. Hebatlah dengan gayamu sendiri. Engkau sedang menjalani jejaring hidupmu sendiri, bukan jejaring hidup orang lain. Dan setiap orang, mempunyai dunianya sendiri. Bisa jadi saya menyukai kisah-kisah fantasi, tetapi tidak dengan kamu. Bisa jadi saya menyukai buku-buku bertema sejarah islam, tetapi tidak dengan kamu.

Kita perlu alasan-alasan yang dikemukan oleh diri sendiri. Dinikmati diri sendiri. Untuk kemajuan diri sendiri. Egois? Tidak. Mengapa kita sering menganggap Tuhan tidak adil. Padahal di saat yang sama, kita tak pernah memberikan yang terbaik untuk diri sendiri. Semua ketidakadilan datang dari sendiri saat memperlakukan diri sendiri, tapi kita selalu mengkambinghitamkanNya.

So, temukan alasan-alasanmu sendiri. Menjadi lebih baiklah. Agar hidupmu menjadi lebih ganteng.

ttd.

Fachmy Casofa
Motivator Menuju Hidup yang Lebih Ganteng

Iklan

4 comments

  1. setiap orang punya cara sendiri sendiri untuk menemukan siapa dan bagaimana dia harus bertindak, ( betul gk sih….) he he kayake betul dech….
    mas fahmi tak tagih jawaban konsultasi naskahku rak dijawab i…, nakal tenan og…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s