Pursuit of the Priceless Happiness

“It’s so fluffy, I’m gonna die!” ~ Agnes

Hari kemarin, enggak tau kenapa, badan rasanya lemas sekali. Pusing. Bawaaannya pengen santai dari berbagai macam kesibukan yang memaharajalela (ceileh!). Selesai jam kantor, langsung tidur sampai maghrib. 😀 Okay, itu karena faktor pusing khan? Jam setengah delapan, ada janjian dan bisa dipastikan pulang malam. Tapi urung saya lakukan. Saya ingin istirahat. Menikmati sisa-sisa hidup dengan tanpa sibuk mengurusi urusan duniawi macam itu.

Dan memilih tidur.

Habis isya’ saya tidur lagi sampai jam sepuluh. Kemudian bangun dan membuat lemon tea hangat segelas. Laptop dihidupkan. And guess what? Saya menonton film. 😀 Kali ini film animasi. Judulnya Despicable Me. Lain kali kalo sempat saya review deh. Tapi kali ini tidak bercerita tentang film itu kok.

Sepanjang menonton, saya cekikikan bukan maen. Udara semalam yang memang dingin itu membuat ruangan kamar semakin hangat karena saya tutup semua. Menikmati sebentar kesendirian. Walau masih banyak tugas menumpuk, tapi malam itu saya putuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Menonton film animasi yang bagi saya adalah aktivitas kreatif pemantik inspirasi.

Dan dari kegiatan yang saya putuskan tersebut, saya kok malah tersadarkan begini.

Ternyata, kebahagian justru hadir dari hal-hal sederhana yang paling kita sukai. Menonton film adalah salah satu kegiataan kesukaan saya. Enggak tau kenapa. Dan memang tak perlu dijelaskan. Seperti ketika engkau jatuh cinta dengan seseorang. Maka tak perlu dijelaskan apa sebabnya. Karena selain sulit untuk dijelaskan, juga sulit untuk dipahami yang mendengarkannya. Ditemani lemon tea hangat. Sambil tiduran. Di kesunyian malam. Tertawa ngikik sendirian. Menikmati kekonyolan tokoh yang kadangkala sama seperti kita di kehidupan sehari-hari. Rasanya memang tak tergantikan. Dan bagi saya itu adalah kebahagiaan.

Saya jadi punya pikiran, pengen banget cuti satu bulan, kemudian melakukan hal-hal gila yang bikin saya bahagia. Misalnya, ke pantai seharian penuh. Maen-maen air. Nyari kerang. Ngeliat sunset sambil bikin puisi. Rumah saya di jepara dekat pantai khan. Jadi mungkin banget melakukan hal itu. Atau, pagi-pagi benar, lari ke sawah. Menikmati udara sawah. Terus bantuin nraktor bapak-bapak petani. Atau bikin black forest bareng adik. Dari mulai bikin rotinya, sampai menghiasnya pake cream and chocolate. Semua dikerjain sendiri. Walau rasanya amburadul. Malah bisa ngetawain diri sendiri. Hahahaha. Atau maen rubik di atas genteng malam-malam sambil ngeliatin bulan. Atau jalan kaki sampe pasar terus beli wortel, terus pulang lagi di jus dan diminum. Atau hal-hal yang lebih gila lagi.

Satu bulan itu, cuekin saja pekerjaan kantor. Cuekin saja rutinitas yang bikin hidup tidak kreatif dan stagnan ituh. Peduli amat mau dapat duit apa enggak satu bulan itu. Lakukan sajah hal-hal seru dalam satu bulan itu. Tiap harinya dicatat dan diceritakan. Untuk membuktikan, bahwa kebahagiaan tidaklah hadir karena kita sok keren apalagi sok sibuk. Pake hape mentereng, motornya asoi, dan lain sebagainya. Tapi lahir dari hal-hal gila sederhana yang kita suka.

Ah, kapan yah bisa….

Happines is priceless and always comes from simple thing.

Bukankah begitu?

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s