Keputusan yang Salah Putus

Kadang memang harus seperti itu. Untuk membuat hidup ini makin lucu dan seru. Memang harus ada yang babak bundas dulu. Babak belur dulu. Tapi bukan untuk menangis sejadi-jadinya. Tapi untuk diketawai seketawa-ketawanya. Ternyata, kita ini gobloknya luar biasa. Kita ini cupunya ampun-ampunan.

Yang paling penting dari semua keputusan-keputusan salah yang pernah kita buat, itu dijadikan pelajaran. Jangan ngambek bertahun-tahun hanya karena salah ambil keputusan. Salah itu perlu kok. Biar kita tahu ternyata bener itu susah. Bener itu jalannya memang ndak lempeng dan lurus.

Dan yang paling penting lagi, tentu jangan sampai hilang arah. Salah jalan ndak papa. Tapi salah arah, itu bahaya. Hidup yang cuman sak ndulit dan sedilit ini, masak salah arah. Itu namanya kebangeten. Kalau mau ke Arizona, terus harus nyasar sampe ke papua hanya karena salah keputusan belok kiri, itu ndak papa. Malah bisa ngeliat orang papua pada maenin billiard (itu kalo ada), atau malah sedang maen X-Box (itu pun kalau udah nyampe sana). Khan malah seru. Yang penting, niatnya ke Arizona, tetap ada. Habis liat-liat sebentar di Papua, dan menertawakan diri sendiri karena ternyata tadi salah belok, ya udah, lanjutin lagi ke Arizona-nya.

Tapi kalau sampai ndak punya arah mau ke mana. Ya sudah. Entar sampai Papua, kepincut sama gadis sana, eh malah nikah di situ. Yah, gitu doang. Gak seru hidupnya. Ngalir saja kayak air. Padahal, air mengalir ke bawah. Berarti itu penurunan kualitas hidup. Nah, tambah remuk dan gak seru khan.

Hidup harus meloncat. Kalau perlu pinjem egrang sekalian. Yang paling panjang sekalian. Biar bisa lihat pemandangan dari sudut yang berbeda. O, ternyata, hidup ini warnanya banyak sekali. Enggak cuman merah, ijo, apalagi kuning doang. Terus saja egrang-nya diloncatin setinggi-tingginya. Secapek-capeknya. Dalam hidup, lebih baik capek karena berlari daripada capek karena duduk. Duduk, paling dapat apa. Pemandangannya gak seru. Tapi kalau lari, bisa capek, ngos-ngosan, air terasa nikmat, bisa lihat pemandangan di jalan-jalan juga.

Jangan lupa bawa anduk kecil ya pas lari secapek-capeknya… Tapi jangan Budi Anduk..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s