Menyerah itu Wagu

“If you believe in yourself and your idea, don’t ever give up. Because if you do give up, you’re never going to know what could have happened.”

Robert Croak. The Man Behind Silly Bandz.

Kutukan mimpi memang seperti itu. Tergantung kita benar-benar percaya atau tidak untuk meraihnya. Tuhan tidak suka hamba-Nya yang leda-lede dan lemah. Untuk itulah kita memang tidak boleh menyerah. Demi sepotong mimpi yang benar-benar kita ingini, semua memang harus kita tumpah-ruahkan dan maksimalkan. Walau ujian memang sering datang dan tak pernah pulang-pulang.

Ada kalanya begini. Pada awalnya, kita sebegitu yakinnya dengan mimpi. Banyak orang mendukung, banyak pihak yang merangkuli dan menyemangati. Tapi, saat waktu belum jua datang dan mimpi belum juga terwujudi. Entah kenapa, orang-orang pergi dengan sendirinya. Yang dulunya mendukung, tiba-tiba semuanya kompak untuk pergi sendiri-sendiri.

Naasnya, kita pun jadi makin asing dengan diri sendiri. Kita jadi ikutan ragu. Mimpi kita ini bisa tercapai atau tidak sih? Kita seakan pengen ikutan lari juga dari mimpi ini. Rasanya capek sekali. Rasanya pengen muntah. Rasanya pengen berhenti. Semua yang kita planning gagal total. Semua yang kita rencanakan pada awalnya tidak bekerja sama sekali. Mimpi ini sepertinya makin sulit saja untuk diraih, apalagi didekati. Semuanya terasa kosong. Hampa. Dan pandangan jadi kabur dengan sendirinya.

Hah. Satu-satunya cara ya tetap percaya. Percaya bahwa kita pasti bisa meraihnya. Lu kira Steve Jobs yang sekarang botaknya makin lebar saja itu dulunya juga baik-baik saja dalam perjalanannya. Lu kira Tung Desem Waringin yang mobilnya makin banyak saja itu dulunya juga apa tidak stress dengan mimpinya. Lu kira M. Arif Budiman yang kreatifnya ampun-ampunan itu dulunya juga tidak pengen berhenti dan jadi orang normal saja dari mimpinya memimpin Petakumpet jadi Most Admired Company versi Forbes di 2020 nanti. Lu kira Rajasa Yogaswara Machine56 yang desainnya ugal-ugalan dan jadi Vector Jedi sejagad itu dulunya juga apa tidak tidak pernah mumet meraih mimpi seperti yang saya rasakan sekarang ini. Semua tetap kudu pake ilmu percaya.

Satu, percaya pada diri sendiri. Saya pasti bisa. Wong sama-sama makan nasi. Lahir juga makbrojol. Sama-sama pake nangis. Masak kok ndak bisa. Nanti lah, semua nama yang sudah saya sebutkan di atas, kita salaman dan berbagi suatu saat nanti. Kita foto-foto bareng. Kita jalan-jalan bareng. Kalo perlu, kita tuker-tukeran mobil dan pesawat. Pasti lucu dan seru. Ya Steve ya. Ya pak Tung yah. Ya Kang Arif yah. Ya Yoga yah. Nanti kita nonton film Kamen Rider bareng di kamar saya juga ndak papa. Tak buwatkan Es Teh campur melinjo wis.

Kedua, percaya sama Tuhan. Dulu, saya pernah diginikan sama Mas Ahmad Fuadi (lewat e-mail) penulis novel Negeri Lima Menara yang best seller itu. “Teruslah bermimpi. Sungguh Allah Maha Mendengar setiap mimpi kita.” Ah, saya percaya pasti Dia ndak menyia-nyiakan saya yang udah berdarah-darah begini. Masak gak dikasih reward. Khan ya gak mungkin. Masak ya sebegitu kebangetannya saya sudah serius dan fokus ke mimpi ini kok ndak dikasih-kasih jalan. Ah, aku tahu Engkau suka banget sama hamba-Mu yang tidak gampang menyerah. Maka ijinkan saya untuk tidak menyerah ya Rabb! Ijinkan yah, yah, yah…

Lho, saya ini nulis apa tho. Endak tau ah. Saya cuman pengen ngeluarin unek-unek di pagi hari ini sajah. Toh inilah fungsinya ngeblog. Biar otak saya gak penuh. Ada media buwat curhat dan ngeluarin unek-unek. Siapa tahu Ahmadinnejad baca blog ini, terus pengen ketemu saya. Atau Irfan Bachdim yang terus ngajakin saya jalan-jalan karena tahu kalo saya orangnya tidak normal dan kreatifnya kebablasan begini. Hahahaha.

Wis ah, siapa tahu nanti siang saya sudah normal. Tapi, saya tidak suka kenormalan. Normal itu ndak bagus. Sudah banyak orang normal di dunia ini. Hidupnya lurus-lurus saja. Ndak seru babar blas. Ndak keren sama sekali. Dan yang lurus-lurus begitu, gak pernah masuk sejarah. Gak ada yang ngenang. Gak seru juga. Hidup cuman sekali di dunia, masak ndak seru. Kok yo eman-eman tho.

Wis ah, kepanjangan. Semoga, di tahun 2011 nanti, kita semua makin dilimpahkan jalan yang makin seru dan bermutu untuk bertemu dengan mimpi kita. Amin. Jangan menyerah! Karena orang cakep seperti saya ini, memang gak boleh nyerah!

Dan karena menyerah itu wagu. Aku tak mau merusak ketampananku dengan wagu. Titik.

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s