Menulis Buku itu Tidak Gampang, Apalagi Menerbitkannya…

Apakah gampang itu? Gampang adalah mudah. Dan apakah mudah itu? Mudah adalah manakala kita tidak membutuhkan kesulitan sekecil apapun untuk melakukan sesuatu itu, maka ia mudah. Kalau ada kesulitan dan kesukaran yang sedikit saja bertengger, itu artinya lumayan sulit, dan tentu saja tidak mudah.

Coba perhatikan kalimat yang biasa kita dengar berikut ini, “Emangnya, kau kira bisnis itu semudah membalikkan telapak tangan?” Nah, membalikkan telapak tangan memang mudah khan. Dan saya rasa itu jamak untuk kita sepakati.

Lalu, apakah menulis itu mudah? Apakah menulis itu gampang? Segala sesuatu yang membutuhkan keahlian, tidak ada gampang di sana. Selalu saja ada peluh yang melelah, kecewa yang menangkupi hari, dan kepenatan yang melekat erat.

Menulis buku remaja misalnya. Banyak orang berpikiran, itu adalah sesuatu hal yang gampang. Bahasanya tidak njelimet, pembahasannya ringan, dan tidak perlu tebal-tebal halaman. Ohya? Nyatanya, tidaklah mudah membuat kalimat yang khas anak remaja. Mengalir, mudah dipahami, tapi gagasan utama tetap hadir untuk memberikan pencerahan bagi mereka. Tidak perlu bertebal-tebal halaman, justru sangat sulit. Itu artinya, pembahasan yang sedemikian panjang itu, harus diringkas sedemikian efisien agar nanti jika jadi buku, tidak diberat bagi ukuran kantong mereka.

Ribet banget khan. Heuheuheu….

Hanya mereka yang mempunyai passion yang tinggi dan kecintaan yang dalam untuk mendekapi rerentet kata, merangkuli buku, dan kegemaran untuk berbagi dengan khalayak banyak sajalah yang dapat bertahan di sini. Dalam novel grafis Johnny Banko, ini disebut dengan persistence trumps talent.

Menulis buku itu tidak gampang. Membutuhkan ide unik dan orisinil. Referensi yang memadai. Waktu yang tercurahkan. Dan mengetikkan di berlembar-lembar halaman. Merasa sudah puas karena berhasil melakukannya? Mata rantainya belum selesai kawan, masih harus diserahkan ke penerbit. Ide unik di benakmu, belum tentu unik di benak mereka. Banyak hal yang harus dipelajari di sini. Butuh trik dan kiat khusus untuk memasuki, dan meyakinkan mereka.

Tapi ya, tetep saja, setidakgampang apapun sesuatu itu, kalau seseorang sudah mencintainya, dan itu menjaddi passionate-nya, maka itu justru menjadi tantangan menyenangkan baginya yang ia penasaran sekali untuk ditaklukkan.

Jadi, benarkan menulis itu adalah passion kamu? Atau hanya sekedar ikut-ikutan teman, ataukah hanya biar keren pernah menulis buku? Jawabannya ada pada dirimu sendiri. Jangan menghabiskan umur untuk sesuatu aktivitas yang tidak ada passion di sana, yang tidak kita cintai melakukannya, dan niat yang salah pada awalnya… 😉

 

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s