Kesalahan Para Bujang Masalah Uang

Ada tiga macam kesalahan yang sering dilakukan oleh para bujang (termasuk saya :D) soal pengaturan uangnya. Nalarnya, para bujang itu khan tanggungannya belum banyak, tapi kenapa para bujang justru yang sering tidak punya uang, padahal mereka udah bekerja? Nah, aneh khan? itu juga yang saya alami. Hehehe….

Nah, bagaimana seharusnya? ada tiga macam pengaturan uang yang harus kita lakukan para bujangers…

Pertama: alokasikan uang untuk hidup. Makan, minum, pakaian, beli buku. pulsa. beli bensin. Itu kalo saya. pokoknya semua hal prioritas yang ada di hidup kamu. mungkin bayar kost, kuliah, dsb. Makan dan minum secukupnya, tidak perlu yang lebay dan sok mewah. Biasa jah toh kalo memang uang belum mencukupi makanan yang wah. sederhana saja, yang penting halal dan cukup mengganjal perut. kalo baru ada itu yah di makan saja. gak usah ngomel-ngomel. Pakaian juga. kalo udah punya celana, baju, kaos, jaket, ya udah, gak usah yang aneh-aneh. beli buku juga. kalo saya pribadi, minimal dalam sebulan satu lah. kalo dalam sebulan gak beli buku, itu namanya kebangeten pake banget.

kedua: alokasikan untuk pengembangan bisnis. jujur, saya tak punya tabungan. hahhaha. saya juga lumayan bingung nanti menikah pake biayanya siapa. tapi, whatever lah. hehehe. sebaiknya memang punya bisnis, kemudian sedikit2 uang dialokasikan untuk diinvestasikan ke sana. walau bisnis baru kecil, tapi kalo memang yakin bisa besar. it’s okay khan? 😉 semoga saja istri saya nanti punya cukup banyak uang untuk membiayai pernikahan kami berdua tanpa saya keluar banyak uang. amin. 😆

ketiga: alokasikan untuk Tuhan. bahasa gampangnya disedekahkan. bisa ke keluarga yang memang membutuhkan, atau ke orang lain. utamanya sih keluarga dekat dulu. mungkin adik, kakak, saudara, dan yang lainnya. jangan lupa kasihkan ke ibu. walau seratus ribu sebulan, gak papa lah. yang penting rutin. tiap bulan nerima uang, harusnya ada alokasi khusus untuk diberikan kepada yang membutuhkan. walau tak seberapa jumlahnya, tapi kalau rutin tiap bulan, justru itu yang menjadikan Tuhan makin sayang dengan kita. kalo Tuhan udah sayang, hati-hati lho ya, hidup jadi meriah dan dirindukan jannah. hihihihi… 😀

Nah, setiap kita mempunya prosentase yang berbeda-beda untuk ketiga hal tersebut. saya lebih besar prosentase di alokasi ketiga. karena ada tanggungan yang harus saya tunaikan di keluarga, dan itu saya anggap sebagai alokasi untuk Tuhan, karena saya berbagi untuk sesama. hehehe. sekitar 50% habis di sana. alokasi pertama 30% (biasanya yang memakan banyak adalah beli bukunya :D). sedangkan sisanya habis di alokasi kedua.

Ah, semoga bisa membaik suatu saat nanti tentang alokasi ini. amin. kalo punya kamu, alokasinya gimana?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s