Menulis Apa?

Apa sih yang harus kita tulis untuk menjadi sebuah buku?

Aku bukanlah orang yang punya bakat menulis deh, kayaknya…

Selalu terngiang-ngiang kalimat seperti itu di kepala?

Kawan, menulis itu tidak butuh bakat. Tapi butuh bekal. Dan apa bekal menulis? Yaitu sering baca buku, dan sering mencatat segala hal. Cuman itu. Selebihnya, hanya butuh pengetahuan tentang bagaimana mengemas ide-ide kita menjadi sebuah buku. Insya Allah, kita akan membahas untuk mengemas ide itu lain kesempatan. Tapi kali ini, cuman pengen ngasih tahu kamu, dasarnya dulu. Tentang seharusnya kita itu nulis apa.

Nah, jika kamu ingin menulis buku, pesan saya sederhana. Janganlah menulis sesuatu yang kamu ingini. Akan tetapi, tulislah apa yang kamu kuasai dan bisai. Kalau kamu ‘baru’ bisa menulis tentang motivasi islami, tulis saja yang bertema itu. Kalau kamu ‘merasa’ sudah cukup pengetahuan tentang manajemen cinta islami, tulis saja yang bertema itu. Jangan menulis yang belum kamu kuasai. Misalkan yang bertema kenegaraan, bisnis, dan hal-hal lainnya yang tak kamu ketahui tentang seluk beluknya.

Nah, tulislah sesuatu yang memang kamu kuasai. Jangan yang tidak dikuasai. Apalagi sampai menulis tema yang sangat kamu benci. Wah, sangat-sangat tidak disarankan. Bisa masuk ICU entar kamu pas nulis. Khan gak lucu masuk ICU gara-gara nulis buku. Ya tho…

perpaduan pengolahan tema dan pemahaman yang sip!

Sahabat saya, Mukhlidah Hanun Siregar, adalah contoh penulis yang asyik, yang mampu mengombinasikan penguasaan bidangnya dengan materi keislaman untuk menjadi sebuah buku. Hanun itu mahasiswi, entah apa jurusannya, ndak tahu, pokoke berbau kesehatan gitu deh, sekaligus aktivis Islam. Nah, bukunya, yang berjudul Makin Sehat dengan Berjilbab, adalah buku unik.

Mungkin temanya biasa yah, tentang jilbab, tapi, yang membuatnya berbeda adalah jika pembahasannya dari sudut pandang seseorang yang mengerti urusan kesehatan. Maka, jadilah buku itu. Isinya, apa bener berjilbab bikin ketombe, bikin botak, bikin rambut gak sehat, dan lain sebagainya. Diramu dengan dalil-dalil, nah, jadi deh, buku ini. Sebuah terobosan dalam tema-tema tentang jilbab, sekaligus menjawab keragu-raguan orang-orang yang masih saja beralasan gak mau pake jilbab. Versi saya, ini buku cerdas!

Nah, itu contohnya. Tulis apa yang kamu bisa. Seiring waktu berlalu, kemampuan kamu akan meningkat, lalu, tulis lagi ketika kemampuan kamu meningkat itu. Terus, dan terus. Nah, menulis itu ‘kutukan’, sekali masuk, kamu males banget keluar dari aktivitas yang satu ini. Hehehe.

Bener lhoh. Apalagi ketika kamu menulis ditujukan untuk meninggikan syi’ar Islam. Duh, pahala mengalir di tiap kata yang kamu tera deh. Insya Allah.

Oke. Cukup sekian dulu perbincangan kita kali ini. Semoga bisa menginspirasi kamu, agar tetep mau untuk menulis. Salam padat karya, satu jiwa sejuta karya!


Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s