Ruang-ruang Bukti

Mari, jadikan hari ini penuh arti. Penuh dengan aksi-aksi. Penuh dengan episode-episode hidup yang penuh makna. Penuh dengan kenangan-kenanngan yang bisa kita resapi dan nikmati. Agar sesal diri tak lagi menghampiri dan menyesaki segala hari-hari di nanti-nanti. Demi segala perbaikan kualitas dalam diri. Demi pula mereka yang kita cintai.

Dan demi mereka yang kita cintai, apa yang sudah kita beri? Demi mereka yang kita cintai, apa saja yang telah kita lakukan hingga senyuman terus mengembang dari bibir mereka? Demi mereka yang kita kasihi, apa saja yang telah kita perjuangkan agar mereka merasai bahwa mereka begitu berarti bagi kita?

Di salah satu episode Kick Andy, ada seorang pria. Sudah tua renta tentunya. Pak Sidik namanya. Dia adalah seorang produsen krupuk berbahan dasar singkong. Jika kita masih memiliki dua kaki, dia bahkan tak memiliki kedua-duanya. Stresskah dia dengan segala pemberian yang kurang itu dari-Nya?

Oh… tidak kawan. Beliau begitu bersemangat menjajakan barang dagangannya ke toko-toko dan koperasi. Dengan bantuan motor, yang didesain khusus untuk orang yang tidak mempunyai kedua kaki seperti beliau. β€œKita yang menentukan nasib kita, bukan orang lain,” katanya.

Selain sebuah sikap kesyukuran atas segala apa yang telah Tuhan berikan, juga sebagai sikap kecintaan yang begitu mendalam. Yah, beliau adalah kepala keluarga. Dan untuk istri tercinta, anak terkasih, beliau fokus kepada kelebihan anugerah, bukan kepada kekurangan.

Dan demi orang yang dia cintai, beliau telah memberi bukti. Bukan kata-kata berbusa, bukan karangan bunga yang segede raksasa. Tapi segala apa yang telah dia laksana, telah mensenyumkan dan menggembira bukan hanya ruang bibir, tapi juga hati mereka.

Selalulah tanamkan keyakinan. Tidak pernah ada kesalahan. Yang Kuasa tidak salah dalam mendisain kita. Semua adalah ruang-ruang anugerah yang patut kita syukuri. Dan Dia, tidaklah tidur, dan Dia, tidaklah pernah meninggalkan kita. Maka, kita berkarya dengan disaksikan-Nya, kita berkarya dengan diliputi keajaiban-keajaiban dari-Nya. Maka, demi orang yang kita cintai, kita memberi bukti. Bukan janji. Dan di ruang-ruang kesempatan waktu luang dan kesehatan yang teranugerahkan ini, kita ingin membuktikannya kepada para tercinta…


Iklan

17 comments

      1. yang imut??? yang melas aja ya!! Yaitu yg berdiri di tiang. Beneran asli tampangnya melas banget! Kayaknya pengen sesuatu, tapi tampang bapak2 yg duduk, pada cuek2 smuanya. KASIHAAAAANNN banget!! hehew… πŸ˜€
        (ssstt… yg berdiri di tiang siapa ya?? Jangan dilaporin ke orangnya ya!! Piss.. :D)

  1. subhanalloh,…. lg2 sy rasakan manfaat yg luar biasa dr tulisn2 akhi…. smg sllu d brikn kmdhn oleh Allah SWT utk menghasilkn karya2 yg penuh hikmah, shngga dpt memotifasi stiap pembacanya… amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s