Kaver buku pun harus menjual!

Oke-oke, saya memang bukan desainer kaver, tapi, mari menempatkan diri sebagai pembaca. Boleh yah? Saya akan membeli buku, kalo kavernya asik, nge-kick, dan unik, serta representatif dengan isi buku. Oleh itulah, kaver buku, perlu desain yang memenuhi kriteria itu semua. Kenapa? Karena membuat buku tidak semata idealis, karena kita jualan di sini, jadi, packaginya pun juga harus asyik dan seru.

Nah, sore ini, secara tidak sengaja, saya kok (maaf banget, kalo ini subyektif), menemukan kaver buku yang sepertinya kurang begitu asyik yah… duh, ayolah, buat negeri ini menjadi terhormat dengan menampilkan karya-karya kreatif yang tidak njiplak dan penuh kreatifitas yang seru dan unik.

Pernah liat postingan saya yang kaver-kaver buku yang menjadi favorit saya di tahun 2009 itu khan? yah, jelas-jelas unik, kreatif, dan sangat menjual.Dan itu, perlu pekerjaan designing yang intens dan serius. Tidak asal comot gambar di flickr atau deviantart atau istockphoto, kemudian ditempeli judul. sudah, selesai. finish. gitu doang. duh! itu sangat-sangat tidak kreatif.

Designer kaver buku, paling tidak harus menguasai Photshop, Corel Draw, dan Illustrator. paling tidak tiga itu deh, biar kaver buku jadi asik dan bisa seru. Kalo cuman asal-asalan, duh, kapan dunk dunia penerbitan kita jadi terangkat…. 😉

Oke, ini, saya mempunyai koleksi foto yang saya dapatkan dari flickr…. begini gambarnya:

Nah, saya mendapatkan sebuah kaver buku yang seperti ini (ssst, ini buku baru! baru terbit desember 2009 ini lhoh!):

Duh, lihat bro, masak satu ful gambar di taruh. tinggal ngasih judul doang. :(( gak salah tuh? hiks….

saya tidak menyalahkan penulisnya. karena saya tahu bagaimana rasanya menulis buku. Butuh keseriusan, referensi sana-sini, dan ketekunan luar biasa. Tapi, Kalau usaha seluarbiasa itu, kemudian tiba-tiba termentahkan dengan aksi desainer kaver buku yang begitu? hiks… saya jadi sedih…. kayake, buku jadi kurang ada nyawanya, tidak bersoul gitu deh… ya ndak?

Ah, saya hanya berharap, hal seperti ini, tidak terjadi lagi. Demi kebaikan industri kreatif di indonesia kok…. 😉 ini adalah industri kreatif, kalo jualan kita tidak kreatif, ngapain harus masuk di industri ini? kalo hanya berpikir uang, plis deh, jangan ngerusak temen2 yang udah banting tulang menelurkan ide-ide kreatif serta packaging yang asik untuk mengedukasi bangsa ini.

Terlepas apakah nantinya buku tersebut best- seller ataukah tidak, saya hanya mengkritisi bagian kaverisasinya doang kok…. mohon apresiasi kawan-kawan apabila saya salah dalam memberikan kritik membangun ini… 😉

Iklan

12 comments

  1. Aq pnya pertanyaan yg selalu mengusik benakku nih (cieeh..;p)
    Begini pak, klo umpama kita bikin cover buku trus gambarnya copas dari internet ntu kudu izin dulu ga sih? ato maen ambil ajah gitu? aturannya piye toh?
    Cover mmg penting jg sih, kan biasanya buku yg dilirik duluan cover,judul,baru isinya dah… 😀
    klo aq suka cover yg unik n kreatif… cover yg aq suka contohnya ky edensor, hehe…

      1. amiiiiiiiiiinn… tergantung kekreatifan si mediatornya nih! Yg pasti jangan menjatuhkan izzah masing2. Semoga masih ada keajaiban. Amiiinn… >_<
        ALLAHU AKBAR. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s