Baju yang Terbelah Dua

sparrows

“Dzul Bajadain,” Begitu Muhammad bin Sa‘d mengisah, “Adalah anak yatim dan tidak memiliki harta. Ayahnya meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan apa pun. Setelah itu, ia diasuh oleh pamannya sehingga hidupnya berkecukupan.”
Ketika Nabi Muhammad datang ke Madinah, ia sangat berkeinginan untuk masuk Islam. Tapi ia tidak bisa memenuhi keinginannya, karena dihalang-halangi oleh pamannya. Hingga kemudian, berlalu beberapa tahun dan terjadi berbagai peristiwa. Akhirnya, ia berkata kepada pamannya, “Paman, saya menunggu-nunggu paman masuk Islam, tetapi aku melihat paman tidak tertarik dengan Muhammad. Kalau begitu, izinkanlah aku masuk Islam.”

“Demi Allah,” kata pamannya. “Kalau kamu mengikuti Muhammad, semua yang kuberikan kepadamu akan kutarik kembali, bahkan kedua potong bajumu ini juga!”

“Demi Allah, aku lebih memilih untuk mengikuti Muhammad dan meninggalkan penyembahan terhadap bebatuan! Silakan ambil apa saja yang ada ditanganku duhai paman!” tegas sekali sang ponakan ini.

Pamannya pun mengambil semua yang pernah ia berikan kepadanya, bahkan sarungnya juga disita. Duh!
Ia pulang ke rumah ibunya. Melihat kondisi anaknya, sang ibu memotong satu bajunya menjadi dua, lalu ia berikan kepadanya. Satu potong digunakan untuk bawahan dan yang satu lagi digunakan untuk atasan.

Setelah itu, ia datang ke Madinah melewati Waraqan (sebuah gunung di kanan jalan Madinah-Mekah). Sesampai di sana, ia tiduran di masjid, tepatnya pada waktu sahur (menjelang shubuh). Biasanya, Rasulullah selalu memeriksa orang-orang begitu mereka selesai shalat shubuh. Beliau pun melihatnya.

“Siapa kamu?” tanya Beliau.

Ia menyebutkan nasabnya, nama dia yang sebenarnya adalah Abdul Uzza.
Rosulullah berkata, “Kamu adalah Abdullah (hamba Allah), Dzul Bajadain (pemilik baju yang dibelah dua).” Kemudian Beliau mengatakan kepadanya, “Tinggallah di sebelah rumahku!”

Sejak saat itu, ia menjadi tamu Rasulullah hingga ia mendapatkan banyak sekali hafalan Al-Qur’an.
Ketika terjadi perang Tabuk, Dzul Bajadain berkata kepada Nabi , “Berdoalah kepada Allah agar mengaruniaiku kesyahidan wahai Rasulullah.”

Maka Nabi mengikatkan seutas tali berwarna coklat (terbuat dari batang sebuah pohon). Beliau berdoa, “Ya Allah, aku mengharamkan darahnya untuk orang-orang kafir!”

Mendengar doa beliau, Dzul Bajadain berkata, “Bukan itu yang kuinginkan!”

Nabi bersabda, “Sesungguhnya ketika engkau keluar untuk berperang, kemudian kamu sakit demam hingga mati, atau terlempar dari hewan tungganganmu hingga lehermu patah, maka engkau adalah syahid.”

Akhirnya, kaum muslimin tinggal di Tabuk beberapa hari, sebelum akhirnya Dzul Bajadain wafat.

Bilal bin Harits berkata, “Aku menyertai Rasulullah n bersama Bilal di samping kuburnya. Waktu itu Bilal membawa lampu. Kami berdiri di sana. Tiba-tiba Rosulullah n bersabda, ‘Dekatkan jenazah saudara kalian kepadaku!’.”

Ketika bersiap hendak meletakkannya di liang lahatnya, beliau berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya sore tadi aku telah ridha kepadanya, maka ridhailah dia!”

Maka Ibnu Mas‘ud berkata, “Seandainya saja aku yang berada di liang tersebut.”

Ibnu Mas‘ud berkata, “Demi Allah, sungguh aku berangan-angan seandainya saja aku yang menempati posisinya. Padahal aku lebih dahulu masuk Islam 15 tahun sebelum dia.”

Yah, Dzul Bajadian mengajarkan tentang satu hal sepertinya. Ia boleh masuk Islam belakangan. Akan tetapi, ia mempunya satu visi hidup yang jelas. Dan ia, bersegera untuk masuk dalam barisan Rasulullah. Maka, ia merajut hari-hari indahnya bersama amaliyah jannah. Hingga, ia pun terantarkan ke jannah, dengan begitu indah. Yah, Sang Nabi meridhainya….

Iklan

8 comments

  1. assalamualikum!
    bagus juga bang! tapi sayang kok gak di instal pdf donloadernya c? jd temen-temen bisa mbaca pake pc pribadi dabn gak harus capek2 di warnet! ( ngehabisin uang bang! ) he he he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s