Aksi apa darimu yang telah hadir di bumi?

rainbow_tree_by_tigaciduk

Sungguh, ada banyak keinginan dalam dada yang begitu membara. Benarlah, ketika begitu banyak cita yang mendobrak gesa yang ada, sungguh, raga ataupun jiwa takkan kuasa menghalangnya. Tetapi, semua pasti bermuara pada satu titik teman. Yah, satu titik itu bernama: waktu. Yah, waktu.

Segala rencana yang telah kita susun, resolusikan, planningkan, hanya menunggu waktu untuk terwujud. Kita hanya bisa menjaga langkah-langkah itu agar tidak geser dari alur menuju tujuan. Karena jika tidak demikian, waktu yang telah kita tujukan sedemikian rupa, akan lari berantakan. Berhamburan, mirip uang yang tersobek-sobek kemudian angin kencang memporandakannya. Milestone kita pun menjadi cacat dan tidak mengasyikkan.

Yang melelahkan, ternyata, di samping tujuan-tujuan pribadi, kita begitu banyak mempunyai peran-peran yang harus terikutkan pada kemajuan Islam. Yah, begitu banyak.

Yah, di sini, kita harus mengaca diri, sudah berbuat apa, sudah berkarya apa. Jika tak mampu merubah seluruh semesta untuk mencintai-Nya, jangan lupa untuk mengambil peran dalam merubah negara kita. Jika tak mampu ambil peran untuk memperbaiki negara, jangan pernah bersurut langkah untuk menaikkan tingkat kealiman masyarakat kita. Sebegitu itu pula, jika belum ikut barisan perubah masyarakat, jangan kemudian mundur berjuta langkah untuk memperbaiki kondisi iman keluarga.

Yah, begitu banyak peran yang bisa kita ambil. Jika tak mampu mengambil seluruhnya, jangan dibuang semuanya. Karena bagaimanapun, selalu ada ruang untuk bergerak. Dan dalam bergerak, bersama-sama tentulah lebih baik. Selidi tentu tak sebersih segerombolan lidi yang mensampahkan dedaunan. Sendiri dalam menumpas kezhaliman, hanya akan bertahan sebentar, karena tak ada teman yang mengingatkan fluktuasi iman. Maka dalam etika bergerak, bergabunglah bersama barisan pergerakan.

Alangkah indah, ketika di antara perbedaan yang terhadirkan di kita, semuanya tersikapi dengan bijaksana. Bukankah ada yang tsawabit dan muthaghayirat kawan? Jikalah demikian, tentu sangat apik nan menarik, jikalah kita saling mendukung dilingkup hal-hal yang telah pakem itu. Sebegitu itu pula, saling menghormati di hal-hal yang terbuka ruang ijtihad, akan semakin memperkuat langkah kita. Menjadi lebih baik, menjadi lebih solid. Ah, indahnya.

Dan karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi bermenit-menit kemudian. Alangkah indahnya, kita menjemput bermenit-menit kemudian, sesuai dengan rencana-rencana kita. Baik rencana bersifat duniawi, maupun ukhrawi.

Lalu, sejauh ini, aksi apa darimu yang telah hadir di bumi?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s