Saya selalu sadar, bahwa keberhasilan-keberhasilan kita saat ini; kegembiraan-kegembiraan kita saat ini; keceriaan-keceriaan kita detik ini, bisa jadi dan sangat besar kemungkinannya adalah asupan doa dari orang-orang yang begitu sayang dan peduli pada kita.
Bisa jadi itu ayah dan ibunda, adik-adik, kakak-kakak, paman, orang-orang shalih yang pernah kita temui, hingga teman-teman, dan…. ehm, ‘teman dekat’.
Oleh itulah, saya harus membalas kebaikan mereka semua. Dengan cara yang sama. Mendoakan mereka.
Akan tetapi, tentu saja, circle tersering yang mendoakan saya adalah keluarga.
Setiap hari, saya selalu berusaha keras untuk tak lupa mendoakan agar kehidupan dunia dan akhirat kami hasanah. Terlebih lagi untuk ayahanda dan ibunda.
Dalam berdoa, jawaban Allah selalu tiga: ya, nanti dulu, atau Aku punya jawaban yang lebih baik. Kita hanya bisa berbaik sangka saja. Ya khan.
Dan episode paling membahagiakan tentu saja saat doa dikabulkan di depan mata kita.
Setiap kali melihat adik-adik merasakan suatu kebahagian atas harapan-harapan mereka, misalnya, saya selalu terenyuh. Entah mengapa. Di episode itu, saya menjadi manusia tercengeng sedunia. Heuheuheu. Dalam hati selalu terbersit, “Makasih ya Allah.” Tapi, setiap mereka merasakan kepahitan, saya sedih, dan merasa menjadi makhluk paling sedih di bumi ini. “Apa usaha dan doa saya kurang, ya.” Begitu haru saya.
Lhoh, malah curhat. Ah, ganti. Saya malah pengen nangis. Heuheu.
Bagaimanapun, doa tetaplah harus kita lantunkan untuk orang-orang yang kita sayangi. Ia pengetuk pintu langit paling mujarab.
Seperti sms dari seseorang di sana yang membuat saya langsung bangkit dari duduk.
“Doakan saja saya dan keluarga ya. Itu lebih dari cukup.
“
Iyah. Hal hebat apa lagi yang bisa kita beri untuk orang-orang yang kita sayangi selain doa?
Karena saya kemudian berjanji untuk melakukannya. Maka sekarang daftar doa saya bertambah: keluarga saya, dan keluarganya. Tentu, diikuti doa untuk kaum muslimin seluruhnya. Parahnya, kalau pas bagian mendoakan keluarga dia. Saya jadi keingetan. Dan bikin mingsek-mingsek.
Yah, mari kita saling mendoakan. Walau kita tak saling kenal. Bukankah malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga yang seperti itu,” bagi setiap doa kita untuk saudara-saudara kita; doa yang diam-diam kita panjat untuk orang-orang yang kita sayangi…
Jangan lupa doakan saya juga, yah…





ku sebut namamu dalam doaku.. hiks, jadi terharu, sampai meneteskan air liur..
alhamdulillah yah masih bisa menetes
Doa yg Indah muncul dri hati yg bersh, Apa lg jk kta mmpu mend0akan 0rng yg pernh menykti kta,bth kelpangan hti yg besar,,,Alangkh bhagia jk kta bz melkuknnya. Apakah itu tanda bhw keikhlasan tlh ada pd diri kta? Kak fachmy Tulisan2 kakak sllu mjd inspirasi bgi ku, aku jga berd0a smg suatu saat q bz bertemu dg kak Fachmy hehe Amien. . .
wah….. bertemu dengan sayaaaaaaaa?
Iya q pengen bgt lihat ka’fachmy yg asli,,, kpn2 nek maen kesemarang q diksh tau ya ka’ hehe_
wahaha…. ya nanti sering-sering aja liat fesbuk, yah
tumben postingannya normal om
hahaha…. saya kalo pas soleh begini, gantheng saya langsung kelihatan….