Hal paling mengharukan adalah mengenang. Bagi nenek-nenek, hal paling menyenangkan adalah menginang. Heuheuheuheu. Ehm.
Pagi ini, secara tidak sengaja saya membuka (entah gimana caranya ngebuka kok tidak sengaja. Heuheuheuheu. Ehm) sebuah buku favorit saya. Favorit banget. Saking favoritnya, di halaman pertama saya tuliskan begini:
“Suatu saat, aku akan berdampingan dengan penulis ini sebagai pembicara!”
Itu adalah mimpi saya waktu tahun 2006. Waktu masih belajar menulis. Waktu masih lucu-lucunya. Waktu masih unyu-unyunya. Waktu masih gantheng. Waktu masih belum punya pasangan. Waktu belum punya buku. Waktu masih bermimpi banget, “Duh, pasti asyik ya bisa nulis dan jadi penulis. Bisa berkarya dan punya buku. Bisa naruh buku sendiri di rak buku.”
Yang mengharukan adalah, di bawah tulisan tersebut, adik saya menulis dengan sangat rempong sekali kalimat:
“Wuahahahaha. Khayalan itu setinggi-tingginya… Seindah-indahnya…. Mimpi jangan tinggi-tinggi. Tapi saya salut dengan perjuanganmu, kak. Lanjutkan!”
Lho, itu kalimat menghina atau menyemangati sih?
Waktu itu. Saya yang belum menghasilkan satu buku pun. Langsung panas. Emosi. Semua makanan di dapur saya makan.
Tapi, itu dulu. Sampai sekarang, saya memang belum pernah sepanggung dengan beliau menjadi pembicara.
Eh, sebenarnya pernah sih ada satu kesempatan.
“Mas Fachmy, ngasih training kepenulisan ya. Acaranya dari pagi sampe sore. Nanti ada dua pemateri kok. Jadi tenang saja. Untuk mas Fachmy cuman tiga jam saja.”
“Oh. Kalo boleh tau, siapa pemateri kedua?”
Takutnya, kalo yang ngasih materi adalah penulis kelas dewa, ya gue bisa nyiapain materi kelas dewa juga. Heuheuheu. Ehm.
“Ini, si **********.”
Gue langsung tepar. MasyaAllah. Ternyata dia. Penulis favorit gue ituh. Waktu itu langsung saya jingkrak-jingkrak berteriak, “Dream comes true!”
Sampe hari H tiba. Ternyata, beliaunya tidak bisa hadir karena ada acara mendadak di lain tempat yang superpenting pula.
Wah, gak jadi deh. Tapi saya gak sedih karena gak jadi sepanggung. Suatu hari itu akan terwujud. Dan kalo sudah terwujud. Nanti saya kasih kabar. Mehehehe. Sejak itu saya sadar, langkah-langkah kecil berani, keputusan-keputusan kecil yang diambil dengan sepenuh hati, akan menghadirkan kejutan-kejutan besar. Jika tidak melangkah dan tidak mengambil keputusan berani, tidak akan pernah sampai di tempat yang diinginkan.
You don’t have to feel like a waste of space
You’re original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow




penulise sopo om?
dudu mujiyono bin sutarno toooh?
masyaAllah… saya masih normal om. gak mungkin lah saya menggemari alien….
aku tau, Akh salim A Fillah yah…..^_^ #cuma nebak#
coba lagi lain kali ya nak
Hehehe
dream hampir come true.
Dulu aku pernah pengen bgt salaman ama pak SBY.
Dan akhirnya dg ketidaksengajaan yg di sengaja, saya bisa ketemu dan salaman dg Pak SBY sekeluarga. Asyeeek.
wah, pasti seneng yah kalo dream comes true
Dream comes true,, wuah pzt seneng bgtz ya ka’. Kyk kisahnya si alif hingga ia bza sampai keCanada menggapai mimpinya,,, tpi diusia q yg segini msh mungkn bermimpi g ya????
masih. man jadda wajada khan tidak ada batasan umur
Kak fachmy smua ttng mu ingin sllu ku ikuti, tpi q tdk py byk wkt buat ngikuti kaka’ dg IT,,, jdi q kurng up date dg kaka’ tpi ckup menginspirasi q agr menjdi 0rng yg bz menginspirasi generasi muda mjd lbh baik,, dn q pengen mjd lbh baik drpd ka’ fachmy tpi standart minimalnya itu kaka’ hehe blh ya,,